Pemimpin Tertinggi Pasukan Merah Dayak TBBR Pangalangok Jilah Menghadiri HUT Ke 2 Pengurus Wilayah DKI Jakarta

0
22

NEWS.POSPUBLIK.COM
JAKARTA
-Dalam memeriahkan Gawai Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Dayak dalam acara HUT ke 2, Dewan Pengurus DKI Jakarta, memberi tema dengan “Pulih Bersama Merajut Budaya”. Di adakan Anjungan Kalimantan Timur, TMII Jakarta Timur. (Minggu 09/10/2022).

“Gawai Tariu Borneo Bangkule Rajakng Rayakan HUT ke-2 di TMII Jakarta Timur”

Tatkala acara HUT GAWAI Ke 2 tersebut, di hadiri oleh Pemimpin Tertinggi Pasukan Merah TBBR, atau Panglima Pasukan Merah Dayak, Panglima Jilah (Pangalangok Jilah).

Komjen Pol.Drs.Dharma Pongrekeun.S.H,M.H “. Pembina Merah Suku Dayak se Kalimantan dan DKI Jakarta “

Komjen Pol Dharma Pongrekun, Lazarus anggota Komisi V DPR RI, Ketum TBBR serta banyak lagi tamu undangan lainya tidak dapat di sebut satu persatu.

Binsar Sihombing bersama Mangku Petrus sabang merah pimpin siantang Kalimantan barat diacara Gawai HUT ke-2,Tariu Borneo Bangkule Rajakng di TMII Jakarta Timur

Pemimpin Tertinggi Pasukan Merah TBBR, atau Panglima Pasukan Merah Dayak, Panglima Jilah (Pangalangok Jilah) dalam sambutan mengatakan kita semua harus saling memiliki kepribadian hidup berbudaya saling menghormati dan selalu memiliki kepribadian masing-masing, Suku Dayak yang ada di wilayah kalimantan yang kami pimpin ini adalah pasukan Merah yang memiliki kesantunan dan wibawa karena itu saya berharap bagi warga Dayak yang ada di nusantara ini harus berpendidikan dan bermasyarakat. Jangan seperti katak dalam tempurung ketika berada dirantau orang tapi tidak ada aktifitas di luar dan hanya diam di rumah saja maka saya berharap harus berbaur dan mengikuti pendidikan.

Ia manambahkan, bahwa adat budaya sangat penting dan perlu di lestarikan karena adat budaya merupakan dasar terbentuknya sebuah bangsa.

Binsar Sihombing saat Bersama Pasukan ” Merah Suku Dayak”

“Adat budaya adalah cerminan kita, adat budaya adalah identitas kita sebagai suku. Bangsa ini tidak ada kalau tidak ada suku. Suku itu tidak ada kalau tidak ada adat budayanya. Makanya kita dikenal dari kearifan lokal. Negara dibentuk karena ada suku-sukunya, suku-suku dibentuk karena adat, dan pasukan merah dayak merupakan sekumpulan orang yang setia kepada Pancasila dan NKRI, ” gumam Pangalangok Jilah.

Dalam sambutan dari Dewan Pembina Pasukan Merah Dayak Komjen Pol Darma Pongrekun SH, di awali dengan sambutnya Salam Pancasila.

Ia mengatakan bahwa Pancasila adalah falsafah bangsa Indonesia harus kita jaga bersama dsn mayi kita bentengi dan saya berharap pasukan merah untuk suku Dayak bisa menjaga citra dan wibawa karena jumlah anggota pasukan merah suku dayak ini yang berada di kalimantan dan di pulau lain mencapai 360 Ribu anggota.

Sementara sambutan dari Ketua Komisi V DPR RI Lararus mengatakan dengan adanya organisasi pasukan Merah suku Dayak ini saya sering di call dengan Kapolda dan Pangdam, keberada dari Pasukan Merah ini, lalu saya hanya menjawab ya itu pasukan merah suku Dayak. Dan saya berharap kedepan pasukan merah ini dapat bersinergi dan menjalin hubungan baik karena orang memandangnya sudah negatif dari suku Dayak semoga kedepannya pasukan merah ini lebih berdaya guna, dapat memberikan kesejahteraan demi kemajuan daerahnya.

Acara di lanjutkan dengan menyanyikan lagu HUT dan pemotongan kue Tart oleh Panglima Jilah dan dilanjutkan atraksi kekebalan, setelah itu di lanjutkan dengan doa bersama dan ramah tamah.

Salam Budaya Nusantara saat memberikan cenderamata Ulos Batak kepada Panglima Jiah Pemimpin Tertinggi pasukan merah suku Dayak se Kalimantan Dan DKI Jakarta, dalam acara HUT ke-2 Gawai TBBR di TMII Anjungan Kalimantan

Selesai dalam acara ramah tamah dan santap siang tersebut, Mangku Petrus memberitahukan kepada Panglima Jilah ada tamu undangan yang akan memberikan cendera mata dari pengiat atau pelestari akar budaya Nusantara dari Bekasi, Binsar Jabang Setra Sihombing.

Binsar Sihombing memberikan kasih sayang tanda Persaudaraan Kepada ” Panglima Jiah”

Menurut Binsar Jabang Setra Sihombing, merasa bangga, memberikan cenderamata Ulos Batak kepada Panglima Jilah, sosok orang muda yang sangat peduli melestarikan akar adat istiadat tatkala ini bagian dari mempererat kekeluarga antara suku Dayak dan suku Batak, mau suku-suku yang ada di nusantara ini, untuk merajut semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai warisan akar sejarah budaya nusantara, bagian dari falsafah PANCASILA.

Mangku Petrus Sabang Merah Pemimpin Pasukan Merah Sintang Kalimantan Barat mengungkapkan dengan rasa bangga mempertemukan antara Panglima Jilah selaku Pemimpin Tertinggi Pasukan Merah Suku Dayak dengan Binsar Jabang Setra Sihombing, pertemuan tokoh budaya nusantara ini, walaupun berbeda Suku bisa duduk bersama untuk membina dan terjalinnya kekeluargaan dengan suku-suku yang ada di Indonesia, kita harus bangga mencintai negeri sendiri, begitu kaya dengan adat istiadatnya. ( Red)

DAYAK GANTENG.

Penulis : Iful/B.S.

Editor. : SF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here