Pemuda Pancasila Harus Kembali Back To Zero From Zero To Hero (Kembali ke Nol)

0
28

Penulis oleh : Binsar Jabang Setra Sihombing

NEWS.POSPUBLIK.COM
DENGAN semboyan “ Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang ” Pemuda Pancasila harus siap dan tidak akan surut dengan adanya perubahan² yg terjadi baik itu perubahan zaman, politik, sistem pemerintahan, kebijakan pemerintah, globalisasi, maupun penggantian tingkat pimpinan nasional sampai ke jajaran basis sekalipun.

Organisasi Pemuda Pancasila harus tetap menjaga dan melestarikan ideologi negara Pancasila, merawat Bhinneka Tunggal Ika, dan mempertahankan NKRI. Pemuda Pancasila sebagai ormas tdk boleh bergeser sedikitpun dari SEJARAH KELAHIRANNYA.

Anggota Pemuda Pancasila harus kembali ke Back to Zero, From Zero To Hero (kembali ke nol). Lewat Back to Zero, harus mampu dan bisa mengevaluasi diri tentang kelebihan dan kekurangan yg ada selama ini, harus tegas dan jujur. Tidak boleh berpura-pura. Tidak ada dusta antara sesama, harus berani mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan atau kekurangan yg ada. Jangan merasa sok jagoan dan sok hebat, hal² ini sudah bisa di tinggalkan. Upayakan untuk merangkul daya simpatik dan empaty masyarakat.

Back to Zero, From Zero To Hero, adalah program Majelis Pimpinan Nasional yang di kibarkan kembali di semua perwakilan Pemuda Pancasila di seluruh Indonesia. Tujuannya, agar Ormas PP bisa berbenah diri, kembalikan jati diri sebagai ormas yg berpihak kepada rakyat, Pemuda Pancasila harus lebih bagus di tahun² berikutnya. Back To Zero, From Zero To Hero, Harus kembali ke awal TITIK NOL, terus mengenali sejarah perjuangannya, punya optimisme, keyakinan, dengan kembali ke titik awal sebagai organisasi besar akan survive dan kembali pada kejayaan.

Pemuda Pancasila adalah sebuah organisasi yg sangat besar di Republik tercinta ini.
Bung Karno pernah berkata, “ Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang tidak akan pernah melupakan sejarah dan jasa² para pahlawan²nya“.

Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjo Soermano menegaskan jika organisasinya bukan wadah untuk mencari makan.

“Kita harus kembalikan moral Pemuda Pancasila ke khitahnya. Kita kembali ke khitahnya. Kita BACK TO ZERO (KEMBALI ke NOL) Jangan organisasi ini cuma di jadikan alat untuk cari makan, buat gaya-gayaan dan mentang². Pemuda Pancasila harus kembali melaksanakan tugasnya sebagai organisasi yang di pakai oleh sejarah, pengawal, pelindung dan penghayat Pancasila dan UUD 1945,” tegas Japto SS.

(Belajarlah untuk menghargai diri sendiri, yang berarti berjuang untuk kebahagiaanmu. Lebih baik mati berjuang demi kebebasan daripada menjadi tahanan sehari-hari dalam hidup)

Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang

Pancasila … Abadi….(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here