Tanda Tangani Surat Edaran Sekda Kota Bekasi Dalam Zoom Meeting untuk Sosialisasi Program Masyarakat Terkoneksi (MAS TRI) Jadi Polemik

0
41

NEWS. POS PUBLIK. COM
Kota Bekasi
– Beredar nya surat tentang Zoom Meeting Sosialisasi program Masyarakat Terkoneksi yang diedarkan kepada SKPD tingkat Kecamatan dan Kelurahan se Kota Bekasi oleh Sekda Kota Bekasi ” Reny Hendrawati, menjadi Polemik.

Ketua BAS (Barisan Anak Serdadu) Bekasi Raya Hani Siswadi , mengatakan ” Terkesan sekali bahwa sosok Sekda Kota Bekasi belum memahami terkait isi surat yang telah ditandatangani oleh nya, tentang surat edaran yang berisi tentang Zoom Meeting Sosialisasi program Masyarakat Terkoneksi , Program” MASTRI “.

Sekda Kota Bekasi ” Reny Hendrawati

Selain itu yang lebih sangat disayangkan surat tersebut ditanda tangani oleh Sekda (sekretaris daerah) yang notabene bergelar DOKTOR di bidang ilmu pemerintahan sampai tidak memahami sebelum menandatangani surat tersebut.

“Seharusnya mengkoreksi terlebih dahulu redaksional-nya, Sekda ini sepertinya tidak memahami Tata Naskah di dalam Pemerintahan dan hanya sekedar tanda tangan saja,” sesalnya.

“Pemkot Bekasi yang katanya berkumpul orang-orang pintar dengan predikat S3-nya, namun dihadapkan dengan hal kecil saja seperti sudah apatis, saya khawatir kondisi saat ini Pemerintah mau dibawa kemana sebab sistim administrasi pemerintahan terlihat kacau balau.

Ditambah dengan beredarnya undangan sosialisasi Program MASTRI yang ditanda tangani oleh Sekda,” ungkap Hani.

Dirinya berharap DPRD Kota Bekasi terutama Komisi 1 untuk mensikapi juga hal ini jangan dibiarkan”Saran saya perlu segera disikapi segara oleh DPRD Kota Bekasi dalam hal ini Komisi I untuk memanggil Sekda terkait surat tersebut.

Saya khawatir sekelas Sekda ini kok bisa menandatangani surat seperti itu, jangan-jangan ini menandakan Sekda dalam kondisi stress sedang dalam tekanan besar,”ucapnya.

Apabila benar demikian maka Sekda sudah tidak layak untuk menduduki jabatan tersebut, ini menandakan dia sudah tidak bisa bekerja perlu di istirahatkan dikarenakan mentalnya sudah rapuh dan tidak stabil menghadapi proses-proses pemanggilan di KPK terlepas dia terlibat atau tidak, kita semua bisa melihatnya dari sikap sekda saat menandatangani surat undangan tersebut,” sambung Hani.

Hani juga menghimbau kepada Plt. Walikota untuk bersikap arif dan tidak kasat mata hanya mengejar popularitas dala menjalankan kepeminpinannya.

“Bahwa kita sepakat dengan program tersebut untuk kita semua mengetahui sampai sejauh mana kemampuan para Kepala OPD (Dinas/Badan) dalam melakukan tugas-tugas dan fungsinya, namun yang kita sayangkan kenapa harus menggunakan nama MASTRI kan masih banyak istilah lain untuk di gunakan,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here