Warga Bojong Rawalumbu Terjaring Operasi Yustisi da Non Yustisi di Wilayah Kelurahan Bojong Rawalumbu Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi

0
120

NEWS.POSPUBLIK.COM
KOTA BEKASI
– Sebanyak 75 orang warga masyarakat terjaring operasi Yustisi dan Non Yustisi pada pukul 09’15 hingga 11.00 WIB, dilaksanakan giat operasi Non Yustisi di depan kantor Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Pada hari Jumat (05/02/21)

Dalam operasi Non Yustisi terhadap warga masyarakat di karenakan kedapatan tidak memakai masker. Hal tersebut mengacu kepada ketentuan Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) Dalam Penanganan Wabah COVID-19 di Kota Bekasi

“Kita dari Pemerintah Kota Bekasi, hari ini kembali melakukan kegiatan Yustisi bersama dengan

  1. Kasie Penyelidikan dan Penyidikan Bid. Gakda Satpol PP Kota Bekasi Bapak. Rafiudin, SH;
  2. Kasie Kewaspadaan Dini Bid. Gakda Satpol PP Kota Bekasi Bapak. Sarkowi; 3. Kasie Pemtibum Kelurahan. Bojong Rawalumbu Bapak. Warjan, S.AP
  3. Pelaksana Bapenda Kota Bekasi Bapak. Robin Pangaribuan, SE, MM (PPNS); 5. Ka. UPTD Dishub Kecamatan Rawalumbu Bapak. Ruddy Kasenda, S.Pd.

Personil terdiri dari :

  1. Satpol PP Kota Bekasi 35 personil;
  2. Dishub Kota Bekasi 13 personil;
  3. Staff Kelurahan Bojong Rawalumbu 10 personil.

Giat operasi Non Yustisi selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, dilaksanakan giat ops non Yustisi di Kantor Kelurahan Bojong Rawalumbu Jalan. Lumbu Timur. Raya No.1, RT.001/RW.026, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

  • Warga masyarakat yang tidak memakai masker saat berkendara motor, mengemudi mobil serta pejalan kaki diberhentikan lalu didata oleh petugas
  • Adapun hasil giat ops non yustisi sbb :
  1. Pejalan kaki tidak mengenakan masker nihil;
  2. Pengendara motor tidak mengenakan masker 73 orang;
  3. Pengendara mobil tidak mengenakan masker 2 orang.

Total pelanggar 75 orang (Laki-laki 66 orang, Perempuan 9 orang)

Giat operasi Non Yustisi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya yang beraktivitas di Warga masyarakat yang tidak memakai masker saat berkendara motor, mengemudi mobil serta pejalan kaki diberhentikan lalu didata oleh petugas agar senantiasa memakai masker serta mentaati Protokol Kesehatan lainnya” tegas Kabid Gakda Satpol PP Kota Bekasi Saut Hutajulu, SE, M.Si yang memimpin jalannya kegiatan Yustisi dijalan Cendrawasih Gedung Balai Rakyat Kelurahan Kayuring Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Sangsi hukuman buat pelanggar yaitu dengan pelanggar diberikan sanksi sosial berupa menyapu fasilitas umum, mengucapkan teks Pancasila dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Adapun hasil giat Ops non yustisi sbb : 1. Pejalan kaki tidak mengenakan masker 73 orang;

  1. Pengendara motor tidak mengenakan masker 73 orang;
  2. Pengendara mobil tidak mengenakan masker 2 orang

“Dalam pelaksanaanya kegiatan Yustisi Hari ini ada 75 pelanggar yang terdiri dari 66 pelanggar Pria dan 9 pelanggar Perempuan.

Pelanggar tersebut kita berhentikan karena tidak memakai masker saat berkendara maupun berjalan kaki disekitaran wilayah Bojong Rawalumbu, lalu para pelanggar tersebut kami data dan setelah itu diperiksa oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), kemudian pelanggar akan disidang ditempat.

Setelah diputuskan kesalahannya lalu pelanggar akan ditentukan dendanya membayar sanksi denda yang dititipkan melalui perwakilan Bank BJB” tambah Kabid Gakda Satpol PP Kota Bekasi tersebut.

Adapun jumlah denda yang terkumpul dari total 75 pelanggar pada hari ini yang kemudian masuk kedalam Kas daerah melalui Bank BJB cabang Kota Bekasi, dan jumlah tersebut lebih besar dari kegiatan Non Yustisi.

“Kami dari pemerintah kota Bekasi akan terus berupaya melakukan kegiatan dan penindakan agar warga masyarakat semakin sadar dan taat pada aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, khususnya dalam penanganan wabah Covid-19 ini” tandas Kabid Gakda Satpol PP Kota. (Red)

Reporter : iful

Editor : SF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here